Sosial Media Membunuhmu


Sebagai manusia yang secara alamiah merupakan makhluk sosial, jika mengacu pada gagasan tersebut, maka interaksi sosial merupakan pokok dari kehidupan. Manusia saling membutuhkan, saling menolong, saling mengisi dan melengkapi. Esensi yang ingin dimunculkan adalah adanya sikap empati terhadap orang lain, memberikan warna tatkala sedih, membagi suka tatkala bahagia.

Bahkan interaksi di jaman milenium ini sudah berkembang ke tingkat yang lebih praktis, adanya sosial media menjadikan interaksi semakin mudah dalam menjangkau lingkup yang lebih luas. Namun nyatanya dalam praktek kehidupan sosial, manusia yang tidak mampu mengkomposisikan antara interaksi sosial secara langsung dan dunia maya dengan seimbang akan lemah dalam praktek bersosial. 

Kita ambil contoh, penggila sosial media, lebih aktif di dunia maya dari pada dunia nyata akan cenderung anti sosial dan kurang dalam praktek ketika bertatap muka langsung dengan orang lain di dunia nyata, cenderung lebih merasa nyaman ketika berada di dunia maya. Ini terjadi karena malfungsi, dimana sosial media yang seharusnya menjadi alat bersosial justru menjadi tujuan. Sehingga interaksi sosial di dunia nyata yang seharusnya menjadi poin penting yang dikuatkan melalui sosial media, justru semakin lemah. 

Mari bijak dalam bersosial media.


Komentar