Historis Pedih
Kenangan yang terekam dalam memori ingatan tentu erat hubungannya dengan historis yang berlalu dimasa lampau. Entah senang, susah, sedih, bahagia dan seterusnya. Jika kenangan yang terukir adalah bahagia tentu bukan suatu hal yang menjadi masalah, namun sebaliknya jika yang terukir adalah kenangan yang buruk, hancur, memalukan, menyedihkan dan hal-hal yang cenderung negatif lainnya tentu sedikit banyak kenangan tersebut akan berpengaruh negatif pada kualitas mental seseorang. Kenapa dikatan demikian, karena akan ada efek trauma entah jangka pendek atau panjang.
Penulis sendiri juga pernah punya kenangan yang lumayan menyayat hati kala itu. Sedikit bercerita.
Saya pernah merasakan indahnya jatuh cinta, dimabuk asmara dan terbuai mengandai andai. Saya sangat mencintainya, bahakan rela melakukan apapun asal dia tetap dekat denganku dan tertawa. Namun suatu ketika, kami harus berpisah karena adanya perjodohan. Dia dijodohkan dengan kenalan ayahnya. Sempat merasakan down, hilang semangat dan tak ada gairah semangat. Namun pelan perlahan pikiran realistisku mencoba menerka nerka, membaca keadaan dan mendorong diri agar bangkit dari keterpurukan.
Saya pernah merasakan indahnya jatuh cinta, dimabuk asmara dan terbuai mengandai andai. Saya sangat mencintainya, bahakan rela melakukan apapun asal dia tetap dekat denganku dan tertawa. Namun suatu ketika, kami harus berpisah karena adanya perjodohan. Dia dijodohkan dengan kenalan ayahnya. Sempat merasakan down, hilang semangat dan tak ada gairah semangat. Namun pelan perlahan pikiran realistisku mencoba menerka nerka, membaca keadaan dan mendorong diri agar bangkit dari keterpurukan.
Dan kini, meski terkadang masih suka ingat dengan kenangan masa lalu, tapi sekarang sudah tahu posisi, ku anggap saja dia adalah aliran air, yang akan terus mengalir. Biarkan ingatan tetap ada, tapi aku tak akan terjebak pada nostalgia.
Komentar
Posting Komentar